Jumat, 08 Mei 2009

NUR HARIAS

A. Sejarah NH

Nur Harias didirikan pada tanggal 7 Mei 1972 di Surabaya, yang didirikan oleh Drs. H. M. Atho’illah Iskandar. Nama Nur Harias mempunyai arti yaitu, NUR = cahaya dan HARIAS = padi unggul, yang memakai prinsip ilmu padi yakni semakin berisi makin merunduk. Tujuan awal didirikannya Nur Harias adalah pengebangan Islam lewat pencak silat (syiar).


Ikatan Pencak Silat Nur Harias di Universitas Negeri Malang dibawa oleh seorang dosen POK Universitas Negeri Malang Drs. Eko Hariyanto, M.Pd pada tahun 1983 dan resmi masuk lembaga Perwakilan Bela Diri (LPBD) Universitas Negeri Malang pada tahun 1989.



B. Kenurhariasan



Nur Harias bersifat kekeluargaan, persaudaraan, dan kemasyarakatan yang gotong royong.


Tujuan Nur Harias adalah:


1. Membentuk warga Nur Harias menjadi warga negara Indonesia yang taqwa, sanggup membela diri, mempertahankan eksistensinya, masyarakat, bangsa dan negara Indonesia.


2. Memberi tuntunan, haluan, dan pedoman hidup kepada warga Nur Harias melalui pencak silat, menuntun peri kehidupan gotong-royong, berbudi daya religius dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.


3. Berpartisipasi dalam usaha-usaha Ikatan Pencak Silat Indonesia yang sesuai dan sejalan dengan asas dan tujuannya.


4. Membentuk pesilat yang tangguh dan berprestasi.



Falsafah Dasar:


a. Taqwa kepada Allah


b. Lurus, Laras, Leres (jujur/benar, bijak dan betul)


c. Ilmu padi (makin berisi makin merunduk)


d. Nang, Neng, Ning, Nung, Nong


e. Welas asih (peri kemanusian)


f. Ngapuranta (suka memaafkan, tidak mendendam)


g. Lilo-legowo (ikhlas, berserah diri, tawakal)


Keterangan:


Nang = Lanang, jantan, wenang, tanggung jawab, kompeten


Neng = Hening, Dian


Ning = Hening, bening, jernih


Nung = Renung, renungan yang berisi/terarah, berkelanjutan


Nong = Hasil yang bulat, bergema ke seluruh penjuru



Prinsip dasar sebagai Aliran Pencak Silat


a. Silaturahmi/persaudaraan


b. Menghindari permusuhan


c. Pantang surut


d. Menguasai lawan


e. Permainan posisi, pemindahan titik berat badan


f. Getap, permainan kecepatan


g. Ekonomis (memanfaatkan tenaga lawan, membuang tenaga lawan, tidak menerima/melawan/mengadu kekuatan)



Syarat-syarat pesilat:


a. Tenang


b. Waspada (tata,titi, tutu)


c. Tatag (tak gentar, mantap)


d. Mapan (posisi yang baik)


e. Laras (bijak, melihat salatan/arah, pandai menyesuaikan)


f. Tatas, Titis, Tutus, Tetes, Tetes


g. Ilmu padi (sopan, santun, selalu merendah)


Keterangan:


Tata - teratur, tertib, disiplin


Titi - teliti, seksama, hati-hati


Tutu - tetap, tekun, terus menerus, tak putus asa


Tatas - tangkas, tegas, mumpuni


Titis - tepat, mengenai sasaran


Tutus - tulus, yakin , dapat dipercaya


Tetes - berhasil, menghasilkan


Tetes - menetas, mengamalkan, menyebarluaskan



Panca Prasetya


1. Mengabdi kepada Allah SWT


2. Patuh pada pimpinan dan menjunjung tinggi nama perguruan


3. Berbakti kepada Ibu, Bapak, Guru, Masyarakat, bangsa, dan negara


4. Menjalankan yang baik, menjauhi yang buruk


5. bergotong royong dalam suka dan duka



Nur Harias memiliki lambang yang pada hakekatnya merupakan proyeksi dari bentuk, corak, isi, dan tujuan pendidikan pencak silatnya, yaitu:


1. Kubah bunga teratai merah bersegi lima = Sasana Pendidikan


Merah = Ketahanan fisik, semangat, cinta, tanah air, bangsa, dan negara


2. Latar belakang/dasar. Hitam = kekal abadi, tahan uji, menimbulkan yang haq


3. Enam batang dan daun padi berwarna hijau, berbuah 21 butir berwarna kuning = ilmu padi makin berisi makin merunduk


Enam batang daun = enam dasar kepercayaan, Rukun Iman:


· Iman kepada Allah SWT


· Iman kepada Malaikat


· Iman kepada kitab- kitab Allah


· Iman kepada rasul-rasul Allah


· Iman kepada hari kiamat


· Iman kepada qadlo’ dan qadar


Hijau = lurus, benar, baik


21 butir padi = suka menolong, membela yang lemah, membela yang teraniaya


21 = 3 x 7 (pitu, 21 = 3 x 7) = pitutur, pituduh, pitulung


Pitutur = nasehat lisan


Pitulung = petunjuk, pengarahan, peragaan


Padi = Hajat hidup, kebutuhan pokok masyarakat



4. Cabang putih - senjata persilatan murni



  • Bagian yang bulat = lambang kebulatan tekad

  • Bagian yang bengkok = untuk pertahanan, menguasai dan berarti laras, bijaksana

  • Bagian yang lurus = jalan yang lurus (sirathal mustaqim) menuju kesempurnaan di jalan Allah

  • Putih = sempurna

5. Bintang lima di ujung berwarna putih adalah lambang Nur Illahi yang bersinar keseluruh penjuru sebagai tujuan akhir, tempat berlindung dan kembali semua ciptaan-Nya




Tingkatan pendidikan:


I. Kawi (sabuk hitam dasar) =kijang


II. Bharata (sabuk merah) = jasmaniah, semangat = kuda


III. Nimpuno (sabuk biru) = lurus, benar, baik = banteng


IV. Manggala-panji (sabuk hijau) = welas asih, manusiawi = singa


V. Seno – pendekar muda ( sabuk kunyit) = ngapuranta, memaafkan = gajah


VI. Sasmito – pendekar madya ( sabuk gading ) = lili legowo = naga = pendekar Ki anom


VII. Waskito – pendekar utama ( sabuk putih ) = sampurno = garuda = Ki


VIII. Sabuk Intan – pendekar agung ( sabuk putih satin ) = Ki Agung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar